Pendekatan Induktif: Pengertian, Kapan Digunakan, dan Ciri – Cirinya

Bagaimana sih logika penelitian anda ini? Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti itu? Baiklah, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan sedikit tentang pendekatan induktif dalam membangun penalaran logis suatu penelitian. Sebagian orang menyebutnya sebagai penalaran induktif (inductive reasoning), ada juga yang menyebutnya sebagai pendekatan induktif, semuanya memiliki arti dan maksud yang sama.

Apa itu pendekatan induktif

Pendekatan induktif merupakan salah satu model pendekatan penelitian yang digunakan untuk menyusun logika dan penalaran dalam membangun sebuah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan harus dipaparkan dan dijelaskan secara logis kan, dan disinilah model pendekatan logika berperan penting. Pendekatan induktif menjelaskan argumentasi suatu ilmu pengetahuan dari khusus ke umum. Istilah lainnya, pendekatan induktif menjelaskan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.

Kapan menggunakan pendekatan induktif

Setiap peneliti harus memiliki standing point terhadap kebenaran. Sementara, pendekatan induktif pada umumnya digunakan oleh peneliti yang memiliki standing point bahwa data yang diperoleh dilapangan adalah sebuah kebenaran. Informasi empiris yang diperoleh dari informan adalah sebuah kebenaran. Dan mereka juga berposisi bahwa realitas yang mereka amati, yang bersifat apa adanya (naturalistik) adalah sebuah kebenaran. Oleh karena itu, maka data, informasi, hasil observasi, dan realitas di lapangan akan diulas sebagaimana adanya dalam laporan penelitian. Tentunya mereka akan mengulas hal tersebut secara akademis, menggunakan justifikasi – justifikasi teoritis. Ulasan dan pembahasan yang berasal dari lapangan tersebut akan menjadi dasar bagi mereka untuk menarik kesimpulan.

Sehingga dapat dipolakan disini bahwa data lapangan bersifat khusus, kemudian dianalisis dan menggunakan justifikasi – justifikasi teoritis yang bersifat umum. Logika khusus ke umum ini dapat dicontohkan sebagai berikut.

Apakah semua semangka berbentuk bulat? Peneliti induktif tidak akan memberikan jawaban bahwa semua semangka itu bulat. Melainkan, hanya semangka di pasar X yang menurut mereka berbentuk bulat. Mereka tidak bisa menjustifikasi bahwa semangka di pasar lain juga berbentuk bulat, karena mereka tidak mengamati bentuk semangka di pasar lain. Bisa jadi semangka di pasar lain berbentuk bulat, bisa juga tidak. Namun dalam kasus penelitian ini, jika terdapat teori dan argumentasi yang mengatakan bahwa semangka bentuknya petak, maka argumentasi tersebut diabaikan. Mengapa begitu?, karena bagi peneliti induktif kebenaran terletak pada realitas yang mereka amati dan data lapangan yang mereka peroleh, bukan pada teori. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian induktif tidak bertujuan untuk mengeneralisasi suatu kesimpulan dan temuannya, bahwa semua semangka di pasar berbentuk bulat.

Sekian penjelasan singkat saya tentang penalaran induktif. Jika ada kekurangan pada tulisan ini atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silahkan tuliskan komentar teman – teman. Saya juga bisa dihubungi via email yang terdapat pada blog ini. Selamat belajar dan semangat berbagi semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *