Review Artikel #3, Strategi Evolusi Organisasi Mencapai “Sustainability Development Era”

Hai rekan – rekan, apakah ada yang membutuhkan artikel tentang perusahaan yang berhasil mengimplementasikan integrated reporting system (meninggalkan reporting mix system)? Atau artikel tentang perubahan organisasi yang sukses (tidak gagal)? Atau artikel tentang perubahan organisasi yang bersifat evolusi (bukan revolusi)? Atau tentang peran agen dan pemimpin organisasi dengan karakter proaktif, komitmen dan peduli dengan isu sustainability development? Jika ada, maka artikel yang akan saya review berikut ini berkaitan erat, serta dapat menjawab kebutuhan rekan-rekan. Silahkan disimak dan jika membutuhkan artikel aslinya, silahkan diunduh pada link yang tersedia di bagian akhir ulasan ini.

Continue reading “Review Artikel #3, Strategi Evolusi Organisasi Mencapai “Sustainability Development Era””

Review Artikel #2, Paradoks Kinerja Keuangan pada Perusahaan Milik Negara

Halo teman, apakah ada yang membutuhkan ulasan artikel tentang paradok kinerja keuangan pada perusahaan milik negara (state owned enterprise, SOE)?, proses transformasi akuntansi manajemen pada perusahaan milik negara?, bagaimana dinamika hubungan perusahaan induk dan anak pada sebuah SOE?, dan dinamika perilaku mereka dalam menyambut globalisasi?. Artikel yang akan saya ulas pada kesempatan ini memiliki tema yang berkaitan dengan pertanyaan – pertanyaan tersebut. Silahkan disimak dan jika membutuhkan silahkan diunduh pada link yang tersedia di bagian akhir ulasan ini.

Continue reading “Review Artikel #2, Paradoks Kinerja Keuangan pada Perusahaan Milik Negara”

Review Artikel #1, Implementasi Six Sigma pada Organisasi dengan Gap Budaya yang Besar

Halo teman – teman, ada yang lagi pusing mencari artikel tentang penerapan Six Sigma? Atau tentang topik Perilaku Organisasi? Atau tentang cara membuat model dari hasil penelitian kualitatif?. Jika jawabannya adalah “YA” maka tulisan ini cocok untuk teman – teman. Teman – teman juga dapat memperoleh artikel tersebut pada link yang saya sediakan pada bagian akhir ulasan ini.

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada latar perbedaan yang sangat besar antara budaya organisasi (budaya lama) dengan Six Sigma (budaya baru yang ingin dicapai) pada perusahaan 3M. Perbedaan budaya yang sangat besar tersebut menimbulkan dinamika perilaku organisasi yang melibatkan pemimpin dan anggota organisasi. Continue reading “Review Artikel #1, Implementasi Six Sigma pada Organisasi dengan Gap Budaya yang Besar”

Pendekatan Induktif: Pengertian, Kapan Digunakan, dan Ciri – Cirinya

Bagaimana sih logika penelitian anda ini? Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti itu? Baiklah, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan sedikit tentang pendekatan induktif dalam membangun penalaran logis suatu penelitian. Sebagian orang menyebutnya sebagai penalaran induktif (inductive reasoning), ada juga yang menyebutnya sebagai pendekatan induktif, semuanya memiliki arti dan maksud yang sama.

Apa itu pendekatan induktif

Pendekatan induktif merupakan salah satu model pendekatan penelitian yang digunakan untuk menyusun logika dan penalaran dalam membangun sebuah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan harus dipaparkan dan dijelaskan secara logis kan, dan disinilah model pendekatan logika berperan penting. Pendekatan induktif menjelaskan argumentasi suatu ilmu pengetahuan dari khusus ke umum. Istilah lainnya, pendekatan induktif menjelaskan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.

Kapan menggunakan pendekatan induktif

Setiap peneliti harus memiliki standing point terhadap kebenaran. Sementara, pendekatan induktif pada umumnya digunakan oleh peneliti yang memiliki standing point bahwa data yang diperoleh dilapangan adalah sebuah kebenaran. Informasi empiris yang diperoleh dari informan adalah sebuah kebenaran. Dan mereka juga berposisi bahwa realitas yang mereka amati, yang bersifat apa adanya (naturalistik) adalah sebuah kebenaran. Oleh karena itu, maka data, informasi, hasil observasi, dan realitas di lapangan akan diulas sebagaimana adanya dalam laporan penelitian. Tentunya mereka akan mengulas hal tersebut secara akademis, menggunakan justifikasi – justifikasi teoritis. Ulasan dan pembahasan yang berasal dari lapangan tersebut akan menjadi dasar bagi mereka untuk menarik kesimpulan.

Sehingga dapat dipolakan disini bahwa data lapangan bersifat khusus, kemudian dianalisis dan menggunakan justifikasi – justifikasi teoritis yang bersifat umum. Logika khusus ke umum ini dapat dicontohkan sebagai berikut.

Apakah semua semangka berbentuk bulat? Peneliti induktif tidak akan memberikan jawaban bahwa semua semangka itu bulat. Melainkan, hanya semangka di pasar X yang menurut mereka berbentuk bulat. Mereka tidak bisa menjustifikasi bahwa semangka di pasar lain juga berbentuk bulat, karena mereka tidak mengamati bentuk semangka di pasar lain. Bisa jadi semangka di pasar lain berbentuk bulat, bisa juga tidak. Namun dalam kasus penelitian ini, jika terdapat teori dan argumentasi yang mengatakan bahwa semangka bentuknya petak, maka argumentasi tersebut diabaikan. Mengapa begitu?, karena bagi peneliti induktif kebenaran terletak pada realitas yang mereka amati dan data lapangan yang mereka peroleh, bukan pada teori. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian induktif tidak bertujuan untuk mengeneralisasi suatu kesimpulan dan temuannya, bahwa semua semangka di pasar berbentuk bulat.

Sekian penjelasan singkat saya tentang penalaran induktif. Jika ada kekurangan pada tulisan ini atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silahkan tuliskan komentar teman – teman. Saya juga bisa dihubungi via email yang terdapat pada blog ini. Selamat belajar dan semangat berbagi semuanya.

6 Tips Lancar Bimbingan Tugas Akhir, Skripsi, Tesis dan Disertasi

1. Usahakan bimbingan secara rutin

Rutinitas mendorong progres tugas akhir (skripsi/tesis/disertasi) menjadi cepat. Buatlah jadwal dan berkomitmen pada diri sendiri untuk memenuhi jadwal tersebut. Meski terlihat sepele, bimbingan secara rutin memaksa diri kita memasang target periodik. Jadwal bimbingan rutin bisa kita setting secara mingguan atau perdua mingguan. Saya pribadi membuat jadwal mingguan untuk bimbingan. Jika salah satu dosen pembimbing tidak bisa ditemui pada minggu itu, maka saya menemui dosen pembimbing yang lain (biasanya setiap mahasiswa punya lebih dari satu pembimbing). Pokoknya, saya selalu menargetkan bisa bertemu dosen pembimbing setiap minggu. Disamping itu, bimbingan secara rutin dapat menambah percaya diri sewaktu ujian. Semakin sering kita berinteraksi dengan dosen pembimbing, semakin kita memahami cara berpikir dan selera mereka, sehingga kita bisa menyesuaikan isi tulisan dengan selera mereka. Dan ketika ujian tiba, penjelasan kita dapat dengan cepat mereka pahami. Saya melihat bahwa teman-teman yang cepat ujian, umumnya adalah mereka yang rajin bimbingan

2.Tebalkan muka

Muka tebal sangat penting selama proses bimbingan. Menyesuaikan jalan pikiran kita dan dosen pembimbing bukan hal yang mudah. Tidak jarang selama proses penyesuaian tersebut kita sering merasa sensitif. Saya sendiri sering merasa senang mendapat masukan dan pencerahan dari pembimbing, namun sering juga merasa jengkel. Semua tentu ada alasannya.  Perasaan jengkel biasanya datang apa bila tulisan yang sudah berpuluh-puluh halaman ternyata diminta ganti, rubah atau buang. Bagaimana pun perasaan kita setelah bimbingan, abaikan saja dan tetap fokus pada tujuan untuk menyelesaikan tugas akhir. Pada tingkat yang paling tidak enak adalah jika kita dibentak dan dimarahi saat bimbingan. Jika ini kejadiannya, bersikaplah bijaksana. Sabar adalah pilihan untuk saat ini, dan tebalkan kulit muka. Jika tidak begitu bisa berbahaya, karena akan membuat perasaan terpuruk dan perasaan menjadi orang paling bodoh sedunia akan datang menyerang. Jangan merasa down secara berlebihan, karena akan menghambat langkah untuk move on.

3.Fokus pada tujuan sendiri

Fokus, fokus, fokus. Itulah kunci utama dalam proses menulis. Ada banyak sekali godaan selama menyelesaikan tulisan tugas akhir. Saya sendiri sering merasa tidak produktif pada saat menulis. Saya mengartikan tidak produktif sebagai kerjaan yang tidak menghasilkan uang, bikin badan semakin gemuk dan tidak bahagia. Ini membuat saya menjadi tergoda untuk menerima pekerjaan yang menghasilkan uang, dan kegiatan lainnya yang lebih membuat saya bahagia. Saya menjadi tidak fokus dan proses menulis menjadi terbengkalai.

4.Jaga komunikasi yang baik dan sopan

Proses bimbingan adalah proses komunikasi. Kadang untuk menemui dosen pembimbing harus bikin janji terlebih dahulu, karena sangat sulit mendapatkan dosen pembimbing yang selalu standby di kampus. Apapun jenis komunikasi yang digunakan selama proses bimbingan, selalu utamakan kesopanan. Ibaratnya, jika sudah berkomunikasi dengan sopan, setengah beban dalam proses bimbingan sudah terangkat. Jangan sampai terjadi pembimbing tidak enak hati menerima kita hanya karena sikap yang tidak sopan. Jika melihat kita saja mereka sudah tidak suka, bagaimana mereka akan membaca tulisan kita.

5.Jangan malu mencari informasi tentang pembimbing

Hal ini terdengar sepele, tapi sangat penting. Penting sekali bagi kita untuk mengetahui informasi  tentang dosen pembimbing kita, seperti ruangannya, jadwal mengajar, jadwal menguji, hal – hal yang tidak mereka sukai dan sebagainya. Bahkan ada teman saya yang sampai mengetahui latar belakang dosen pembimbingnya. Ini ada hubungannya juga dengan strategi kita untuk menyesuaikan diri dengan karakter mereka. Bersyukurlah kalau dapat dosen pembimbing yang sabar, tapi jika dapat yang sebaliknya, maka pengetahuan kita tentang informasi serta lataebelakang mereka dapat membantu. Kadang-kadang dosen pembimbing marah atau tidak menyukai tulisan kita sebabnya bukan karena tulisan kita tersebut, melainkan hati mereka tidak enak karena ada masalah dari tempat lain. Oleh sebab itu, pandai-pandailah menyesuaikan diri dan menempatkan diri, manfaatkankan semua informasi yang ada.

6.Semua tergantung kegigihan diri kita

Dibalik semua yang sudah dibahas pada poin-poin di atas, hal yang sangat penting adalah tekad dan komitmen kita sendiri. Masa depan ada di tangan masing-masing, bukan di tangan dosen pembimbing. Lulus atau tidak lulus, semuanya tergantung keputusan pribadi. Kamu mau lulus? Ayo beraksi.

Sekian