Review Artikel #1, Implementasi Six Sigma pada Organisasi dengan Gap Budaya yang Besar

Halo teman – teman, ada yang lagi pusing mencari artikel tentang penerapan Six Sigma? Atau tentang topik Perilaku Organisasi? Atau tentang cara membuat model dari hasil penelitian kualitatif?. Jika jawabannya adalah “YA” maka tulisan ini cocok untuk teman – teman. Teman – teman juga dapat memperoleh artikel tersebut pada link yang saya sediakan pada bagian akhir ulasan ini.

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada latar perbedaan yang sangat besar antara budaya organisasi (budaya lama) dengan Six Sigma (budaya baru yang ingin dicapai) pada perusahaan 3M. Perbedaan budaya yang sangat besar tersebut menimbulkan dinamika perilaku organisasi yang melibatkan pemimpin dan anggota organisasi. Budaya lama organisasi mengedepankan enterpreneurial spirit (semangat untuk mencoba), serendipitous discovery (penemuan yang acak), dan tolerance for mistakes (toleransi yang tinggi terhadap kesalahan), sementara budaya Six Sigma yang diberlakukan lebih mengedepankan efisiensi pabrik, mengikuti standar dan prosedur administrasi yang telah ditentukan. Dinamika yang timbul dari perbedaan budaya tersebut menimbulkan penolakan dari anggota organisasi. Tujuan perubahan budaya melalui penerapan Six Sigma untuk mencapai efisiensi, justru semakin menambah buruknya kinerja perusahaan. Hal ini  salah satunya disebabkan oleh ketidaksiapan dan ketidakpahaman anggota organisasi terhadap konsep – konsep Six Sigma yang penerapannya sangat dipaksakan oleh pemimpin perusahaan.

Judul Artikel :

Coerced Practice Implementation in Cases of Law Cultural Fit; Cultural Change and  Practice Adaptation During Implementation of Six Sigma at 3M

Penulis : Anna Canato; Davide Ravasi; Nelson Phillips, (2013)

Perubahan mulai terlihat pada saat terjadi pergantian pemimpin. Atas arahan pemimpin baru, beberapa upaya dilakukan perusahaan untuk mengartikulasikan kembali Six Sigma, redefinisi aktifitas yang pantas untuk dilakukan, dan reorientasi tujuan perusahaan. Hal tersebut menggiring perusahaan untuk mengembangkan konsep baru dari Six Sigma yang mereka sebut dengan istilah “Lean Six Sigma”. Lean Six Sigma merupakan inovasi baru pada 3M dalam upaya mereka meningkatkan kinerja perusahaan. Lean Six Sigma merupakan perpaduan antara konsep Six Sigma yang disesuikan dengan budaya tradisional perusahaan 3M.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuaIitatif dan teori – teori organisasi sebagai alat analisisnya. Hasil penelitian ini adalah model perubahan budaya perusahaan melalui pendekatan coercive (paksaan). Artikel ini sangat dapat memberikan wawasan kepada pembaca tentang bagaimana teknik memolakan perilaku perusahaan dan menjadikannya sebagai sebuah model. Disamping itu artikel ini menguraikan data – data perubahaan budaya perusahaan dengan sangat jelas, dimana mereka mengelompokkan perubahan kedalam tiga fase yaitu fase implementasi awal Six Sigma yang berhadapan dengan budaya tradisional perusahaan, fase Six Sigma mulai mengancam nilai dan tujuan inti tradisional perusahaan, dan fase adaptasi dan perubahan budaya perusahaan.

Sekian ulasan dari saya, semoga bermanfaat buat teman – teman. Jika ada yang kurang  tentang artikel ini jangan malu untuk berdiskusi lebih lanjut. Silahkan tulis masukan dan pendapat teman – teman pada kolom komentar yang tersedia. Teman – teman dapat download artikel tersebut. Terimakasih sudah berkunjung. Sampai jumpa lagi pada postingan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *