Review Artikel #8 Social Sustainability; Sebuah Penjabaran Konsep

Halo rekan, update blog kali ini membahas tentang Social Sustainability. Bagi rekan yang baru mendengar istilah ini, singkatnya Social Sustainability merupakan salah satu unsur dari tiga pilar pembangunan berkelanjutan (triple bottom line) yaitu unsur sosial. Kajian tentang Social sustainability selama ini belum berkembang dengan pesat karena dianggap tidak berperan penting dalam pencapaian kelestarian lingkungan. Hal ini sangat wajar, karena ketika mendengar istilah pembangunan berkelanjutan (sustainability development) maka hal yang pertama kali terpikir oleh kebanyakan orang adalah kerusakan planet, seperti pencemaran udara, air dan penurunan tingkat kesuburan tanah. Nah, hal inilah yang dibahas oleh author dalam artikelnya ini. Mereka berargumentasi bahwa Sustainability Development (pembangunan berkelanjutan) tidak dapat tercapai jika mengabaikan aspek social sustainability. Dengan kata lain, social sustainability merupakan kunci penting dalam proses terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Namun sayangnya, social sustainability itu sendiri masih ambigu dan membingungkan, sehingga author dalam artikel ini menawarkan gagasannya dalam mengklarifikasi konsep sosial sustainability. Bagaimana bentuk social sustainability yang ditawarkan dalam artikel ini? Silahkan disimak review berikut.

Continue reading “Review Artikel #8 Social Sustainability; Sebuah Penjabaran Konsep”

Review Artikel #7 Legitimasi Teori, Benarkah sebuah teori yang belum tuntas??

Halo rekan, update blog kali ini akan mengupas tentang Legitimasi Teori. Hal yang paling sering menjadi diskusi dan pembahasan dalam penelitian akuntansi lingkungan dan sosial adalah “teori apa yang paling cocok untuk menjelaskan fenomena pengungkapan dan pelaporan kinerja lingkungan organisasi”? pada umumnya, legitimasi teori merupakan teori yang paling banyak digunakan dalam analisis penelitian akuntansi lingkungan dan sosial. Namun, chen dan Roberts (2010) memberikan argumentasi yang berbeda. Menurut mereka legitimasi teori merupakan teori yang belum tuntas dalam menjelaskan motivasi dibalik fenomena pengungkapan lingkungan. Legitimasi teori memang telah digunakan secara luas, namun legitimasi teori itu sendiri belum sepenuhnya dapat dikatakan teori, karena membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut terhadap definisi legitimasi itu sendiri. Klaim inilah yang menarik dari artikel ini. Bagaimana substansi dari artikel ini, yuk ikuti review berikut ini. Continue reading “Review Artikel #7 Legitimasi Teori, Benarkah sebuah teori yang belum tuntas??”

Review artikel #6, Teori Legitimasi vs Teori Ekonomi Politik dalam Pengungkapan Lingkungan

 

Halo rekan, maaf sudah lama saya tidak update blog nih. Baiklah, artikel kali ini masih seputar kajian tentang pengungkapan lingkungan (environmental disclosure) yang membahas tentang pengungkapan kinerja lingkungan sebuah perusahaan pertambangan nikel saat kasus hujan asam lagi hit – hitnya terjadi di wilayah Canada dan sekitarnya. Penulis artikel ini, Nola Buhr (atau Buhr, N), menganalisis pengungkapan lingkungan pada kasus ini dengan menggunakan teori legitimasi dan teori ekonomi politik (political economy theory). Hal yang lebih menarik dari artikel ini adalah penulis ternyata tidak hanya menganalisis dengan dua teori tersebut, melainkan setelah itu, membandingkan teori mana yang lebih kuat dari dua teori tersebut. Bagaimana hasil analisisnya, yuk diikuti review berikut ini. Jika rekan – rekan Continue reading “Review artikel #6, Teori Legitimasi vs Teori Ekonomi Politik dalam Pengungkapan Lingkungan”

Review artikel #5, Perubahan Organisasi dan Akuntansi Lingkungan pada Pemerintah Daerah di Inggris (UK)

 

Halo rekan, masih ingat review artikel yang saya share beberapa waktu yang lalu tentang paradoks laporan kinerja pada organisasi pemerintah? ketika mereview artikel tersebut saya masih penasaran tentang dualisme antara keinginan berubah dan keinginan untuk mempertahankan status quo.

Hingga saat ini, Saya masih mencari justifikasi tentang, jika sebuah organisasi diwajibkan oleh peraturan pemerintah untuk melaksanakan suatu agenda baru yang berbeda dengan tujuan dan nilai organisasi saat itu, apakah organisasi tersebut akan benar – benar melaksanakan peraturan pemerintah itu? Misalnya, pemerintah mewajibkan korporasi (tujuannya memperoleh profit dan bukan menjaga lingkungan) agar lebih memperhatikan dampak lingkungannya, sehingga korporasi tersebut diwajibkan melaksanakan kegiatan dan agenda lingkungan untuk mengendalikan dampak lingkungan mereka. Dalam kondisi seperti itu, apakah organisasi benar – benar akan melaksanakan hal tersebut secara serius? Jika organisasi serius, maka dapat dikatakan mereka telah “berubah” (change) karena diasumsikan bahwa peraturan pemerintah tersebut hadir karena adanya ke-kurang pedulian organisasi terhadap pengendalian dampak lingkungannya. Sebaliknya, jika organisasi tidak serius, maka organisasi dianggap tidak berubah (atau berubah hanya untuk tujuan pencitraan dan legitimasi). Bagaimana cara membedakan dua perilaku organisasi di atas (“berubah” atau “pura – pura berubah)? Jika rekan – rekan membutuhkan bacaan yang dapat memperkaya referensi tentang hal di atas (seperti yang saya alami saat ini), maka artikel yang akan saya ulas berikut ini dapat menjadi pilihan salah satunya (artikel ini dapat di download pada link yang saya sediakan).

Continue reading “Review artikel #5, Perubahan Organisasi dan Akuntansi Lingkungan pada Pemerintah Daerah di Inggris (UK)”

Review artikel #4: Benarkah Akuntansi Lingkungan Lebih Rumit dari Akuntansi Konvensional

Halo, bagi rekan yang sedang menulis atau berniat menulis tentang topik akuntansi manajemen lingkungan (atau Environmental Management Accounting, EMA) apakah pernah berpikir tentang pertanyaan berikut?

  1. Mengapa harus ada Akuntansi Manajemen Lingkungan, apakah akuntansi manajemen konvesional tidak mampu memberikan informasi dampak dan biaya lingkungan?
  2. Perusahaan tentunya memiliki rencana pengelolaan lingkungan yang handal, namun mengapa mereka kebanyakan gagal melaksanakan atau mengeksekusi program lingkungan yang handal tersebut. Dan mengapa sering terjadi konflik antara manajemen pengelola dampak lingkungan dengan manajemen akuntansi biaya.
  3. Mengapa topik Akuntansi Manajemen Lingkungan termasuk jarang diperbincangkan dikalangan profesional, meskipun  Akuntansi Manajemen Lingkungan merupakan topik yang menjadi raising issue di abad ini.
  4. Mengapa Akuntansi Manajemen Lingkungan sulit diimplementasikan oleh perusahaan?

Jika rekan sedang mencari jawaban dan argumentasi seputar pertanyaan – pertanyaan di atas, maka artikel yang akan saya review kali ini dapat dijadikan salah satu rujukan. Silahkan disimak review berikut ini dan jika membutuhkan artikel aslinya, silahkan diunduh pada link yang tersedia di bagian akhir review ini.

Continue reading “Review artikel #4: Benarkah Akuntansi Lingkungan Lebih Rumit dari Akuntansi Konvensional”

Review Artikel #3, Strategi Evolusi Organisasi Mencapai “Sustainability Development Era”

Hai rekan – rekan, apakah ada yang membutuhkan artikel tentang perusahaan yang berhasil mengimplementasikan integrated reporting system (meninggalkan reporting mix system)? Atau artikel tentang perubahan organisasi yang sukses (tidak gagal)? Atau artikel tentang perubahan organisasi yang bersifat evolusi (bukan revolusi)? Atau tentang peran agen dan pemimpin organisasi dengan karakter proaktif, komitmen dan peduli dengan isu sustainability development? Jika ada, maka artikel yang akan saya review berikut ini berkaitan erat, serta dapat menjawab kebutuhan rekan-rekan. Silahkan disimak dan jika membutuhkan artikel aslinya, silahkan diunduh pada link yang tersedia di bagian akhir ulasan ini.

Continue reading “Review Artikel #3, Strategi Evolusi Organisasi Mencapai “Sustainability Development Era””

Review Artikel #2, Paradoks Kinerja Keuangan pada Perusahaan Milik Negara

Halo teman, apakah ada yang membutuhkan ulasan artikel tentang paradok kinerja keuangan pada perusahaan milik negara (state owned enterprise, SOE)?, proses transformasi akuntansi manajemen pada perusahaan milik negara?, bagaimana dinamika hubungan perusahaan induk dan anak pada sebuah SOE?, dan dinamika perilaku mereka dalam menyambut globalisasi?. Artikel yang akan saya ulas pada kesempatan ini memiliki tema yang berkaitan dengan pertanyaan – pertanyaan tersebut. Silahkan disimak dan jika membutuhkan silahkan diunduh pada link yang tersedia di bagian akhir ulasan ini.

Continue reading “Review Artikel #2, Paradoks Kinerja Keuangan pada Perusahaan Milik Negara”

Review Artikel #1, Implementasi Six Sigma pada Organisasi dengan Gap Budaya yang Besar

Halo teman – teman, ada yang lagi pusing mencari artikel tentang penerapan Six Sigma? Atau tentang topik Perilaku Organisasi? Atau tentang cara membuat model dari hasil penelitian kualitatif?. Jika jawabannya adalah “YA” maka tulisan ini cocok untuk teman – teman. Teman – teman juga dapat memperoleh artikel tersebut pada link yang saya sediakan pada bagian akhir ulasan ini.

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada latar perbedaan yang sangat besar antara budaya organisasi (budaya lama) dengan Six Sigma (budaya baru yang ingin dicapai) pada perusahaan 3M. Perbedaan budaya yang sangat besar tersebut menimbulkan dinamika perilaku organisasi yang melibatkan pemimpin dan anggota organisasi. Continue reading “Review Artikel #1, Implementasi Six Sigma pada Organisasi dengan Gap Budaya yang Besar”