Analisis Eksploratori (Exploratory Analysis) dan Analisis Eksplanatori (Explanatory Analysis) dalam Penelitian Kualitatif.

Halo rekan, selamat datang di sesi KAKUTILA (Lika Liku Peneliti Pemula) bag.3 blog saya. Tentunya rekan pernah mendengar tentang penelitian kualitatif bukan? Saat ini, saya juga sedang mengerjakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Suatu saat seorang teman menanyakan mengapa saya menggunakan pendekatan kualitatif untuk penelitian saya. Jawaban saya sangat sederhana pada waktu itu, yaitu “karena pertanyaan penelitian saya menjawab bagaimana proses suatu fenomena sosial terjadi”. Saya pada saat itu meyakini bahwa jika peneliti ingin mencari jawaban tentang bagaimana, maka penelitian tersebut termasuk dalam jenis penelitian exploratory.

Pada kesempatan yang lain, suatu momen diskusi saya dengan pembimbing, beliau mengatakan bahwa penelitian exploratory tidak cocok untuk mereka yang sedang menempuh pendidikan doktor. Menurut beliau, seharusnya peneliti tingkat doktoral harus mampu menjawab bagaimana proses terjadinya suatu fenomena sosial, dan kemudian menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi secara scientific.

Continue reading “Analisis Eksploratori (Exploratory Analysis) dan Analisis Eksplanatori (Explanatory Analysis) dalam Penelitian Kualitatif.”

KAKUTILA Bag,2: Cara Membuat Tulisan yang Original

Halo rekan, selamat datang di sesi KAKUTILA (Lika Liku Peneliti Pemula) bag.2 blog saya. Rekan, pernahkah mendengar kata originalitas? Apa yang terpikirkan oleh rekan sekalian ketika pertama kali mendengar kata tersebut. Kita semua tahu bahwa setiap ide dituntut agar memiliki muatan originalitas, begitu juga dengan ide tulisan karya ilmiah. Artinya, tulisan karya ilmiah yang rekan hasilkan tidak boleh mengandung unsur plagiarisme. Ketika pertama kali mendengar kata originalitas,  saya merasa sangat bersemangat dan sekaligus bingung. Saya merasa bersemangat karena saya membayangkan betapa kerennya bisa menghasilkan suatu karya yang belum pernah ada, dan berbeda sama sekali dari orang lain. Namun, saya juga merasa bingung karena membayangkan sulitnya menemukan ide yang betul – betul belum pernah terpikirkan oleh orang lain, dan saya harus menjadi orang pertama yang memikirkan ide tersebut (ada yang pernah mengalami hal demikian?). Tapi itu dulu, sebelum saya mempelajari bagaimana pola hasil karya penulis lain yang dianggap original.

Continue reading “KAKUTILA Bag,2: Cara Membuat Tulisan yang Original”

KAKUTILA Bag.1: Hindari Penyakit Sering Gonta-Ganti Topik

Halo rekan, selamat datang di sesi KAKUTILA (Lika Liku Peneliti Pemula) bag.1 blog saya. Pernahkan merasa tidak punya ide ketika diminta untuk menulis artikel? Saya pernah mengalami masa – masa itu. Namun, kita tetap harus menulis karena mungkin tuntutan tugas. Lebih buruknya lagi apabila dipertengahan jalan, artikel yang kita tulis tersebut berasa nggak banget. Akhirnya muncul keinginan kita untuk  beralih ketopik baru. Pengalaman saya dulu, mencari topik baru itu merupakan pelarian sementara. Karena apa? ternyata topik baru tersebut bukannya menjadi solusi, tapi malah semakin tidak jelas dan semakin menambah rasa frustasi. Aduh, bahaya. Begitulah siklus tersebut terjadi secara berulang. Dan pada waktu mendekati deadline, rasa panik dan putus asa semakin  menguasai diri. Jika rekan – rekan pernah mengalami hal seperti ini, mungkin tips versi saya berikut ini dapat membantu. Sekali lagi, tips ini saya sarikan dari pengalaman diri saya pribadi.

Continue reading “KAKUTILA Bag.1: Hindari Penyakit Sering Gonta-Ganti Topik”

Pendekatan Induktif: Pengertian, Kapan Digunakan, dan Ciri – Cirinya

Bagaimana sih logika penelitian anda ini? Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti itu? Baiklah, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan sedikit tentang pendekatan induktif dalam membangun penalaran logis suatu penelitian. Sebagian orang menyebutnya sebagai penalaran induktif (inductive reasoning), ada juga yang menyebutnya sebagai pendekatan induktif, semuanya memiliki arti dan maksud yang sama.

Apa itu pendekatan induktif

Pendekatan induktif merupakan salah satu model pendekatan penelitian yang digunakan untuk menyusun logika dan penalaran dalam membangun sebuah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan harus dipaparkan dan dijelaskan secara logis kan, dan disinilah model pendekatan logika berperan penting. Pendekatan induktif menjelaskan argumentasi suatu ilmu pengetahuan dari khusus ke umum. Istilah lainnya, pendekatan induktif menjelaskan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.

Kapan menggunakan pendekatan induktif

Setiap peneliti harus memiliki standing point terhadap kebenaran. Sementara, pendekatan induktif pada umumnya digunakan oleh peneliti yang memiliki standing point bahwa data yang diperoleh dilapangan adalah sebuah kebenaran. Informasi empiris yang diperoleh dari informan adalah sebuah kebenaran. Dan mereka juga berposisi bahwa realitas yang mereka amati, yang bersifat apa adanya (naturalistik) adalah sebuah kebenaran. Oleh karena itu, maka data, informasi, hasil observasi, dan realitas di lapangan akan diulas sebagaimana adanya dalam laporan penelitian. Tentunya mereka akan mengulas hal tersebut secara akademis, menggunakan justifikasi – justifikasi teoritis. Ulasan dan pembahasan yang berasal dari lapangan tersebut akan menjadi dasar bagi mereka untuk menarik kesimpulan.

Sehingga dapat dipolakan disini bahwa data lapangan bersifat khusus, kemudian dianalisis dan menggunakan justifikasi – justifikasi teoritis yang bersifat umum. Logika khusus ke umum ini dapat dicontohkan sebagai berikut.

Apakah semua semangka berbentuk bulat? Peneliti induktif tidak akan memberikan jawaban bahwa semua semangka itu bulat. Melainkan, hanya semangka di pasar X yang menurut mereka berbentuk bulat. Mereka tidak bisa menjustifikasi bahwa semangka di pasar lain juga berbentuk bulat, karena mereka tidak mengamati bentuk semangka di pasar lain. Bisa jadi semangka di pasar lain berbentuk bulat, bisa juga tidak. Namun dalam kasus penelitian ini, jika terdapat teori dan argumentasi yang mengatakan bahwa semangka bentuknya petak, maka argumentasi tersebut diabaikan. Mengapa begitu?, karena bagi peneliti induktif kebenaran terletak pada realitas yang mereka amati dan data lapangan yang mereka peroleh, bukan pada teori. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian induktif tidak bertujuan untuk mengeneralisasi suatu kesimpulan dan temuannya, bahwa semua semangka di pasar berbentuk bulat.

Sekian penjelasan singkat saya tentang penalaran induktif. Jika ada kekurangan pada tulisan ini atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silahkan tuliskan komentar teman – teman. Saya juga bisa dihubungi via email yang terdapat pada blog ini. Selamat belajar dan semangat berbagi semuanya.

6 Tips Lancar Bimbingan Tugas Akhir, Skripsi, Tesis dan Disertasi

1. Usahakan bimbingan secara rutin

Rutinitas mendorong progres tugas akhir (skripsi/tesis/disertasi) menjadi cepat. Buatlah jadwal dan berkomitmen pada diri sendiri untuk memenuhi jadwal tersebut. Meski terlihat sepele, bimbingan secara rutin memaksa diri kita memasang target periodik. Jadwal bimbingan rutin bisa kita setting secara mingguan atau perdua mingguan. Saya pribadi membuat jadwal mingguan untuk bimbingan. Jika salah satu dosen pembimbing tidak bisa ditemui pada minggu itu, maka saya menemui dosen pembimbing yang lain (biasanya setiap mahasiswa punya lebih dari satu pembimbing). Pokoknya, saya selalu menargetkan bisa bertemu dosen pembimbing setiap minggu. Disamping itu, bimbingan secara rutin dapat menambah percaya diri sewaktu ujian. Semakin sering kita berinteraksi dengan dosen pembimbing, semakin kita memahami cara berpikir dan selera mereka, sehingga kita bisa menyesuaikan isi tulisan dengan selera mereka. Dan ketika ujian tiba, penjelasan kita dapat dengan cepat mereka pahami. Saya melihat bahwa teman-teman yang cepat ujian, umumnya adalah mereka yang rajin bimbingan

2.Tebalkan muka

Muka tebal sangat penting selama proses bimbingan. Menyesuaikan jalan pikiran kita dan dosen pembimbing bukan hal yang mudah. Tidak jarang selama proses penyesuaian tersebut kita sering merasa sensitif. Saya sendiri sering merasa senang mendapat masukan dan pencerahan dari pembimbing, namun sering juga merasa jengkel. Semua tentu ada alasannya.  Perasaan jengkel biasanya datang apa bila tulisan yang sudah berpuluh-puluh halaman ternyata diminta ganti, rubah atau buang. Bagaimana pun perasaan kita setelah bimbingan, abaikan saja dan tetap fokus pada tujuan untuk menyelesaikan tugas akhir. Pada tingkat yang paling tidak enak adalah jika kita dibentak dan dimarahi saat bimbingan. Jika ini kejadiannya, bersikaplah bijaksana. Sabar adalah pilihan untuk saat ini, dan tebalkan kulit muka. Jika tidak begitu bisa berbahaya, karena akan membuat perasaan terpuruk dan perasaan menjadi orang paling bodoh sedunia akan datang menyerang. Jangan merasa down secara berlebihan, karena akan menghambat langkah untuk move on.

3.Fokus pada tujuan sendiri

Fokus, fokus, fokus. Itulah kunci utama dalam proses menulis. Ada banyak sekali godaan selama menyelesaikan tulisan tugas akhir. Saya sendiri sering merasa tidak produktif pada saat menulis. Saya mengartikan tidak produktif sebagai kerjaan yang tidak menghasilkan uang, bikin badan semakin gemuk dan tidak bahagia. Ini membuat saya menjadi tergoda untuk menerima pekerjaan yang menghasilkan uang, dan kegiatan lainnya yang lebih membuat saya bahagia. Saya menjadi tidak fokus dan proses menulis menjadi terbengkalai.

4.Jaga komunikasi yang baik dan sopan

Proses bimbingan adalah proses komunikasi. Kadang untuk menemui dosen pembimbing harus bikin janji terlebih dahulu, karena sangat sulit mendapatkan dosen pembimbing yang selalu standby di kampus. Apapun jenis komunikasi yang digunakan selama proses bimbingan, selalu utamakan kesopanan. Ibaratnya, jika sudah berkomunikasi dengan sopan, setengah beban dalam proses bimbingan sudah terangkat. Jangan sampai terjadi pembimbing tidak enak hati menerima kita hanya karena sikap yang tidak sopan. Jika melihat kita saja mereka sudah tidak suka, bagaimana mereka akan membaca tulisan kita.

5.Jangan malu mencari informasi tentang pembimbing

Hal ini terdengar sepele, tapi sangat penting. Penting sekali bagi kita untuk mengetahui informasi  tentang dosen pembimbing kita, seperti ruangannya, jadwal mengajar, jadwal menguji, hal – hal yang tidak mereka sukai dan sebagainya. Bahkan ada teman saya yang sampai mengetahui latar belakang dosen pembimbingnya. Ini ada hubungannya juga dengan strategi kita untuk menyesuaikan diri dengan karakter mereka. Bersyukurlah kalau dapat dosen pembimbing yang sabar, tapi jika dapat yang sebaliknya, maka pengetahuan kita tentang informasi serta lataebelakang mereka dapat membantu. Kadang-kadang dosen pembimbing marah atau tidak menyukai tulisan kita sebabnya bukan karena tulisan kita tersebut, melainkan hati mereka tidak enak karena ada masalah dari tempat lain. Oleh sebab itu, pandai-pandailah menyesuaikan diri dan menempatkan diri, manfaatkankan semua informasi yang ada.

6.Semua tergantung kegigihan diri kita

Dibalik semua yang sudah dibahas pada poin-poin di atas, hal yang sangat penting adalah tekad dan komitmen kita sendiri. Masa depan ada di tangan masing-masing, bukan di tangan dosen pembimbing. Lulus atau tidak lulus, semuanya tergantung keputusan pribadi. Kamu mau lulus? Ayo beraksi.

Sekian