Analisis Eksploratori (Exploratory Analysis) dan Analisis Eksplanatori (Explanatory Analysis) dalam Penelitian Kualitatif.

Halo rekan, selamat datang di sesi KAKUTILA (Lika Liku Peneliti Pemula) bag.3 blog saya. Tentunya rekan pernah mendengar tentang penelitian kualitatif bukan? Saat ini, saya juga sedang mengerjakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Suatu saat seorang teman menanyakan mengapa saya menggunakan pendekatan kualitatif untuk penelitian saya. Jawaban saya sangat sederhana pada waktu itu, yaitu “karena pertanyaan penelitian saya menjawab bagaimana proses suatu fenomena sosial terjadi”. Saya pada saat itu meyakini bahwa jika peneliti ingin mencari jawaban tentang bagaimana, maka penelitian tersebut termasuk dalam jenis penelitian exploratory.

Pada kesempatan yang lain, suatu momen diskusi saya dengan pembimbing, beliau mengatakan bahwa penelitian exploratory tidak cocok untuk mereka yang sedang menempuh pendidikan doktor. Menurut beliau, seharusnya peneliti tingkat doktoral harus mampu menjawab bagaimana proses terjadinya suatu fenomena sosial, dan kemudian menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi secara scientific.

Kejadian tersebut sempat membuat aku shock karena setelah bertahun-tahun menulis dan menyusun disertasi, aku baru menyadari bahwa aku berada di ⅓ jalan. Oleh sebab itu, agar pengalaman yang sama tidak terjadi pada teman-teman, kali ini saya akan membahas tentang pengertian exploratory dan explanatory analisis dalam penelitian kualitatif.

Exploratory analysis
Seperti namanya, exploratory analysis merupakan tahapan atau jenis pada penelitian kualitatif dimana peneliti mendeskripsikan pemahamannya tentang fenomena yang sedang dipelajari. Peneliti menceritakan atau menuliskan kembali apa yang ia temui dan pahami pada fenomena tertentu sebagaimana adanya. Ketika peneliti menuliskan kembali apa yang dipahaminya, artinya tulisan tersebut betul-betul murni hasil pengamatan dari lapangan. Penulis tidak dibenarkan masuk dan memberikan argumentasinya terhadap apa yang diperoleh di lapangan. Pada tahap ini, peneliti betul-betul menjadi pendengar dan pengamat yang baik. Atau dapat diibaratkan sebagai cawan kosong yang siap menampung dan menyerap informasi dari lapangan tentang fenomena yang sedang dipelajari.

Contoh:
Saya melihat bahwa PT.X selalu responsif terhadap peraturan lingkungan. Setiap terjadi revisi peraturan lingkungan, mereka selalu berupaya untuk mengumpulkan informasi, memahami dan menjalankan himbauan tersebut. Bahkan pada beberapa kali sesi wawancara dengan manajer lingkungan PT.X, saya selalu memperoleh pernyataan beliau yang menyebutkan secara lengkap peraturan – peraturan apa saja yang sudah mereka lakukan. Seolah – olah seluruh peraturan tersebut telah dihafalnya diluar kepala.

Pada contoh di atas terlihat bahwa peneliti menuliskan kembali peristiwa yang terjadi sebagaimana adanya. Memang terlihat seperti tulisan sebuah novel, karena eksploratory analysis memang bertujuan untuk mengeksplorasi, mencari tahu dan mengumpulkan sebanyak mungkin data dan informasi dari lapangan. Data yang dieksplorasi termasuk data wawancara, yaitu jawaban – jawaban aktor ketika peneliti menanyakan tentang perihal isu tertentu. Kemudian data observasi yaitu ekspresi, bahasa tubuh, gerakan mata, senyuman, helaan nafas dan hal – hal non verbal lainnya yang dilihat dan dirasakan oleh peneliti selama mengumpulkan data.

Dari data wawancara muncullah kutipan – kutipan pernyataan. Sementara dari data observasi muncul deskripsi dan cerita yang menggambarkan suasana dan keadaan lapangan. Dan ketika data (wawancara dan observasi) tersebut dianalisis secara eksploratory, maka hasilnya adalah suatu deskripsi kejadian tentang bagaimana suatu proses fenomena sosial tertentu berlangsung.

Explanatory Analysis

Ini merupakan analisis yang bersifat menjelaskan mengapa suatu fenomena sosial tertentu terjadi (terbentuk). Dan tentu saja argumentasi tersebut dibahas dari sudut pandang science dan akademik. Penjelasan scientific suatu fenomena tertentu harus dilakukan berdasarkan kerangka teori (theoritical framework) atau kerangka konsep (conceptual framework). Oleh sebab itu, beberapa artikel menyebutkan bahwa eksplanatori analisis menggunakan pendekatan deduktif dalam proses analisisnya.

Contoh:

Apa yang dilakukan PT.X di atas merupakan upaya untuk menyelaraskan sistem nilai perusahaan dengan sistem nilai sosial. Keselarasan ini bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu, tindakan dan kegiatan perusahaan dikelola sedemikian rupa agar dapat memenuhi ekspektasi masyarakat. Apresiasi dan penghargaan dari masyarakat terhadap perusahaan merupakan suatu bentuk legitimasi yang sangat dibutuhkan oleh PT.X. Ini disebabkan karena PT.X meyakini bahwa legitimasi adalah faktor strategis yang sangat penting bagi mereka dalam menjaga stabilitas dan kelangsungan bisnis.

Nah, bentuk penulisan analisis exploratory dan explanatory kelihatan berbeda bukan? Analisis eksplanatori menjelaskan logika tentang suatu fenomena sosial yang diperoleh di lapangan dalam koridor teori atau konsep tertentu. Penjelasan tersebut bertujuan untuk menganalisis data dari fenomena sosial sampai diperoleh sebuah pemahaman yang bersifat “common sense” (masuk akal). Teori dan konsep dipersiapkan terlebih dahulu dengan mempelajari berbagai literatur terdahulu yang sejenis dengan fenomena yang sedang dipelajari.

Meskipun menggunakan teori – teori dan konsep yang telah ditentukan didepan (maksudnya, teori/konsep yang ditentukan sebelum peneliti mengumpulkan data secara mendalam), namun aspek kontekstual yang diperoleh dari lapangan tetap tidak dapat dihindari.

Mengapa bisa demikian?..

Karena realitas dan fenomena sosial sangat sensitif terhadap perubahan ruang dan waktu. Misalnya, meskipun realitas pelaporan lingkungan dapat dijelaskan menggunakan teori legitimasi dan konsep akuntabilitas, namun penjelasan dan deskripsi tentang legitimasi versi organisasi profit pasti berbeda dengan legitimasi versi organisasi non profit. Karena itulah fokus pada penelitian kualitatif eksploratori analisis adalah menemukan jawaban bagaimana, dan penelitian kualitatif eksplanatori analisis fokus menjawab pertanyaan mengapa suatu fenomena atau peristiwa atau realitas pada konteks tertentu terjadi. Meskipun demikian, eksploratory dan eksplanatory analisis dapat dikombinasikan dalam sebuah penelitian. Berdasarkan fokus tersebut, maka hasil penelitian kualitatif (baik dianalisis dengan eksploratori dan eksplanatori) memang bukan untuk digeneralisasi melainkan untuk memberi pemahaman mendalam atas fenomena yang sedang dipelajari.

Nah rekan – rekan, sekian dulu dari saya. Sekali lagi, tulisan ini merupakan refleksi dan pengalaman saya sebagai seorang peneliti pemula yang sedang belajar dan menapaki setiap lika liku proses menulis. Refleksi ini saya dedikasikan untuk rekan – rekan agar tidak bingung dalam menyelesaikan tulisannya. Namun, tentunya setiap orang memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda. Oleh sebab itu, silahkan pendapatnya disharing di sini dan tulis di kolom komentar. Jika tulisan ini dirasakan bermanfaat, mohon di-sharing dan bagikan kepada komunitas dan rekan – rekan lainnya yang juga membutuhkan.

Terimakasih dan Salam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *