Posisi Teori dalam Penelitian Kualitatif

Halo rekan – rekan, pernah dipusingkan dengan masalah posisi #teori ketika sedang menulis #tulisanilmiah dengan desain #kualitatif? Nah, di video ini saya akan membahas mengapa pada #penelitiankualitatif kita selalu terjebak seolah – olah tidak dapat menemukan dimana letak teorinya. Padahal, itu disebabkan karena kita selama ini terbiasa diajari membaca tulisan dari #penelitian #mainstream. Penelitian dengan #desainkualitatif memiliki alur berpikir yang berbeda dengan desain penelitian kuantitatif. #penelitianilmiah kualitatif tidak dimulai dari menemukan teori yang akan diuji, tapi penelitian ini dimulai dari #pengamatanterhadaprealitas. Dan pendekatan penelitian yang dimulai dari pengamatan atau #observasirealitas disebut dengan #pendekataninduktif, dan penelitian ini sering disebut dengan #penelitianinduktif. Pada akhir video ini kita sampai pada kesimpulan bahwa #posisiteori pada penelitian kualitatif bukan terletak di awal penelitian, melainkan bahwa penelitian kualitatif #berkontribusi dalam memberikan #konstruk baru dalam proses #pengembanganteori.

Review Artikel #9 Organisasi Hibrida, mampukah bertahan.

Judul asli artikel: Building Sustainable Hybrid Organizations: The Case of Commercial Microfinance Organizations.

Pernah mendengar istilah hybrid organization (organisasi hibrida)? Hybrid organization merupakan organisasi yang “mengawinkan” dua logika institutional yang berbeda (dan bahkan berseberangan) menjadi suatu bentuk identitas baru organisasi. Keberadaan organisasi yang memiliki beberapa logika (multiple logics) seperti ini merupakan sesuatu yang lumrah dan wajar, dan bahkan menjadi suatu keharusan ditengah berbagai resiko dan ketidakpastian yang menghadang organisasi. Karena faktanya semakin kompleks dinamika organisasi, maka akan semakin banyak variasi logika yang diadopsi organisasi agar dapat survive. Namun, konsekuensi dari penerapan multiple logics ini adalah adanya ancaman perpecahan internal dari pengaruh lingkungan institusional masing – masing logika yang diadopsi. Continue reading “Review Artikel #9 Organisasi Hibrida, mampukah bertahan.”

Review Artikel #8 Social Sustainability; Sebuah Penjabaran Konsep

Halo rekan, update blog kali ini membahas tentang Social Sustainability. Bagi rekan yang baru mendengar istilah ini, singkatnya Social Sustainability merupakan salah satu unsur dari tiga pilar pembangunan berkelanjutan (triple bottom line) yaitu unsur sosial. Kajian tentang Social sustainability selama ini belum berkembang dengan pesat karena dianggap tidak berperan penting dalam pencapaian kelestarian lingkungan. Hal ini sangat wajar, karena ketika mendengar istilah pembangunan berkelanjutan (sustainability development) maka hal yang pertama kali terpikir oleh kebanyakan orang adalah kerusakan planet, seperti pencemaran udara, air dan penurunan tingkat kesuburan tanah. Nah, hal inilah yang dibahas oleh author dalam artikelnya ini. Mereka berargumentasi bahwa Sustainability Development (pembangunan berkelanjutan) tidak dapat tercapai jika mengabaikan aspek social sustainability. Dengan kata lain, social sustainability merupakan kunci penting dalam proses terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Namun sayangnya, social sustainability itu sendiri masih ambigu dan membingungkan, sehingga author dalam artikel ini menawarkan gagasannya dalam mengklarifikasi konsep sosial sustainability. Bagaimana bentuk social sustainability yang ditawarkan dalam artikel ini? Silahkan disimak review berikut.

Continue reading “Review Artikel #8 Social Sustainability; Sebuah Penjabaran Konsep”

Review Artikel #7 Legitimasi Teori, Benarkah sebuah teori yang belum tuntas??

Halo rekan, update blog kali ini akan mengupas tentang Legitimasi Teori. Hal yang paling sering menjadi diskusi dan pembahasan dalam penelitian akuntansi lingkungan dan sosial adalah “teori apa yang paling cocok untuk menjelaskan fenomena pengungkapan dan pelaporan kinerja lingkungan organisasi”? pada umumnya, legitimasi teori merupakan teori yang paling banyak digunakan dalam analisis penelitian akuntansi lingkungan dan sosial. Namun, chen dan Roberts (2010) memberikan argumentasi yang berbeda. Menurut mereka legitimasi teori merupakan teori yang belum tuntas dalam menjelaskan motivasi dibalik fenomena pengungkapan lingkungan. Legitimasi teori memang telah digunakan secara luas, namun legitimasi teori itu sendiri belum sepenuhnya dapat dikatakan teori, karena membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut terhadap definisi legitimasi itu sendiri. Klaim inilah yang menarik dari artikel ini. Bagaimana substansi dari artikel ini, yuk ikuti review berikut ini. Continue reading “Review Artikel #7 Legitimasi Teori, Benarkah sebuah teori yang belum tuntas??”

Apa itu “social construction”?

Halo rekan-rekan, sering mendengar istilah social construction namun tidak memahami maksud dari istilah tersebut? Tenang, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang social construction. Postingan ini diharapkan dapat menambah wawasan rekan-rekan dalam memahami istilah tersebut. Semakin paham, maka akan semakin mudah menulis, dan semakin cepat selesai tugas akhirnya. Jika tulisan ini bermanfaat, jangan lupa dishare kepada rekan – rekan lain yang juga membutuhkan ya. Ilmu yang sering dibagikan, manfaatnya tidak akan pernah berkurang. Yuk, mari diikuti. Continue reading “Apa itu “social construction”?”

Review artikel #6, Teori Legitimasi vs Teori Ekonomi Politik dalam Pengungkapan Lingkungan

 

Halo rekan, maaf sudah lama saya tidak update blog nih. Baiklah, artikel kali ini masih seputar kajian tentang pengungkapan lingkungan (environmental disclosure) yang membahas tentang pengungkapan kinerja lingkungan sebuah perusahaan pertambangan nikel saat kasus hujan asam lagi hit – hitnya terjadi di wilayah Canada dan sekitarnya. Penulis artikel ini, Nola Buhr (atau Buhr, N), menganalisis pengungkapan lingkungan pada kasus ini dengan menggunakan teori legitimasi dan teori ekonomi politik (political economy theory). Hal yang lebih menarik dari artikel ini adalah penulis ternyata tidak hanya menganalisis dengan dua teori tersebut, melainkan setelah itu, membandingkan teori mana yang lebih kuat dari dua teori tersebut. Bagaimana hasil analisisnya, yuk diikuti review berikut ini. Jika rekan – rekan Continue reading “Review artikel #6, Teori Legitimasi vs Teori Ekonomi Politik dalam Pengungkapan Lingkungan”

Analisis Eksploratori (Exploratory Analysis) dan Analisis Eksplanatori (Explanatory Analysis) dalam Penelitian Kualitatif.

Halo rekan, selamat datang di sesi KAKUTILA (Lika Liku Peneliti Pemula) bag.3 blog saya. Tentunya rekan pernah mendengar tentang penelitian kualitatif bukan? Saat ini, saya juga sedang mengerjakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Suatu saat seorang teman menanyakan mengapa saya menggunakan pendekatan kualitatif untuk penelitian saya. Jawaban saya sangat sederhana pada waktu itu, yaitu “karena pertanyaan penelitian saya menjawab bagaimana proses suatu fenomena sosial terjadi”. Saya pada saat itu meyakini bahwa jika peneliti ingin mencari jawaban tentang bagaimana, maka penelitian tersebut termasuk dalam jenis penelitian exploratory.

Pada kesempatan yang lain, suatu momen diskusi saya dengan pembimbing, beliau mengatakan bahwa penelitian exploratory tidak cocok untuk mereka yang sedang menempuh pendidikan doktor. Menurut beliau, seharusnya peneliti tingkat doktoral harus mampu menjawab bagaimana proses terjadinya suatu fenomena sosial, dan kemudian menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi secara scientific.

Continue reading “Analisis Eksploratori (Exploratory Analysis) dan Analisis Eksplanatori (Explanatory Analysis) dalam Penelitian Kualitatif.”

Tekanan Politik, Fungsional dan Sosial dalam Organisasi; Sebuah Penalaran Bentuk Konstelasi

Dinamika organisasi dalam merespon berbagai perubahan sosial dapat dilatar belakangi oleh berbagai tekanan, diantaranya tekanan politik, tekanan fungsional dan tekanan sosial. Beberapa artikel membahas jenis tekanan tersebut secara terpisah (lihat contoh artikelnya pada gambar berikut). Sebelum saya memaparkan opini ini lebih mendalam, ada baiknya kita lihat sekilas tentang pengertian dan ruang lingkup jenis – jenis tekanan tersebut dari sudut pandang internal organisasi. Opini kali ini menggunakan isu kerusakan lingkungan dan respons pemerintah daerah terhadap peraturan pemerintah pusat dalam hal mengendalikan dampak kerusakan lingkungan.

Continue reading “Tekanan Politik, Fungsional dan Sosial dalam Organisasi; Sebuah Penalaran Bentuk Konstelasi”

Review artikel #5, Perubahan Organisasi dan Akuntansi Lingkungan pada Pemerintah Daerah di Inggris (UK)

 

Halo rekan, masih ingat review artikel yang saya share beberapa waktu yang lalu tentang paradoks laporan kinerja pada organisasi pemerintah? ketika mereview artikel tersebut saya masih penasaran tentang dualisme antara keinginan berubah dan keinginan untuk mempertahankan status quo.

Hingga saat ini, Saya masih mencari justifikasi tentang, jika sebuah organisasi diwajibkan oleh peraturan pemerintah untuk melaksanakan suatu agenda baru yang berbeda dengan tujuan dan nilai organisasi saat itu, apakah organisasi tersebut akan benar – benar melaksanakan peraturan pemerintah itu? Misalnya, pemerintah mewajibkan korporasi (tujuannya memperoleh profit dan bukan menjaga lingkungan) agar lebih memperhatikan dampak lingkungannya, sehingga korporasi tersebut diwajibkan melaksanakan kegiatan dan agenda lingkungan untuk mengendalikan dampak lingkungan mereka. Dalam kondisi seperti itu, apakah organisasi benar – benar akan melaksanakan hal tersebut secara serius? Jika organisasi serius, maka dapat dikatakan mereka telah “berubah” (change) karena diasumsikan bahwa peraturan pemerintah tersebut hadir karena adanya ke-kurang pedulian organisasi terhadap pengendalian dampak lingkungannya. Sebaliknya, jika organisasi tidak serius, maka organisasi dianggap tidak berubah (atau berubah hanya untuk tujuan pencitraan dan legitimasi). Bagaimana cara membedakan dua perilaku organisasi di atas (“berubah” atau “pura – pura berubah)? Jika rekan – rekan membutuhkan bacaan yang dapat memperkaya referensi tentang hal di atas (seperti yang saya alami saat ini), maka artikel yang akan saya ulas berikut ini dapat menjadi pilihan salah satunya (artikel ini dapat di download pada link yang saya sediakan).

Continue reading “Review artikel #5, Perubahan Organisasi dan Akuntansi Lingkungan pada Pemerintah Daerah di Inggris (UK)”

KAKUTILA Bag,2: Cara Membuat Tulisan yang Original

Halo rekan, selamat datang di sesi KAKUTILA (Lika Liku Peneliti Pemula) bag.2 blog saya. Rekan, pernahkah mendengar kata originalitas? Apa yang terpikirkan oleh rekan sekalian ketika pertama kali mendengar kata tersebut. Kita semua tahu bahwa setiap ide dituntut agar memiliki muatan originalitas, begitu juga dengan ide tulisan karya ilmiah. Artinya, tulisan karya ilmiah yang rekan hasilkan tidak boleh mengandung unsur plagiarisme. Ketika pertama kali mendengar kata originalitas,  saya merasa sangat bersemangat dan sekaligus bingung. Saya merasa bersemangat karena saya membayangkan betapa kerennya bisa menghasilkan suatu karya yang belum pernah ada, dan berbeda sama sekali dari orang lain. Namun, saya juga merasa bingung karena membayangkan sulitnya menemukan ide yang betul – betul belum pernah terpikirkan oleh orang lain, dan saya harus menjadi orang pertama yang memikirkan ide tersebut (ada yang pernah mengalami hal demikian?). Tapi itu dulu, sebelum saya mempelajari bagaimana pola hasil karya penulis lain yang dianggap original.

Continue reading “KAKUTILA Bag,2: Cara Membuat Tulisan yang Original”